Senin, 14 November 2011

SEJARAH DNS

Sebelum DNS digunakan,jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi nama komputer dan IP address-nya. Di internet,file ini dikelola secara terpusat dan versi terbaru dari HOSTS files harus dicopy di setiap lokasi. Maka bisa dibayangkan, betapa repotnya jika ada penambahan sebuah komputer dalam sebuah jaringan, sebab kita harus meng-copy versi terbaru file tersebut ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini tentu saja akan semakin merepotkan. Maka pada akhirnya, dibuatlah sebuah solusi di mana DNS didesain untuk menggantikan fungsi HOSTS files. DNS memiliki kelebihan unlimited database size dan performance yang baik. Pada dasarnya, DNS adalah sebuah aplikasi services di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address misal 64.211.189.135. Jadi, DNS dapat dianalogikan seperti pada pemakaian buku telepon untuk mencari nomor telepon orang yang kita kenal berdasarkan namanya, untuk menghubunginya kita harus memutar nomor tertentu pada pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email kamu untuk berlangganan artikel terbaru dari blog ini:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to Be Your Self by Email